Brebes – Gangguan suplai air yang terjadi di wilayah pelayanan Perumda Air Minum Tirta Baribis Unit Paguyangan bukan merupakan pemutusan aliran air kepada pelanggan.

Kondisi tersebut terjadi akibat terganggunya suplai air baku dari kawasan Kaligua yang saat ini masih dalam proses penanganan.

Salah satu faktor yang memengaruhi suplai adalah pekerjaan pengurasan dan pembersihan endapan pada saluran serta bak penampung di kawasan PTPN Kaligua.

Endapan tersebut berupa batu, tanah dan batang pohon yang terbawa akibat banjir bandang pada 2025.

Proses pembersihan masih dilakukan secara bertahap. Kondisi tersebut menyebabkan debit air yang masuk ke jaringan Perumda Air Minum Tirta Baribis unit Paguyangan belum maksimal.

Secara teknis, kondisi ini berbeda dengan pemutusan aliran. Pemutusan berarti aliran kepada pelanggan dihentikan sebagai suatu tindakan layanan, sedangkan dalam kondisi unit Paguyangan saat ini, air masih diupayakan masuk ke jaringan Tirta Baribis, tetapi debit dan tekanannya belum optimal akibat kendala pada sistem suplai air baku dan jaringan.

Setelah dilakukan koordinasi oleh Kepala Unit Paguyangan, Yudhi Setiawan dengan pihak PTPN Kaligua, Perumda Air Minum Tirta Baribis tetap memperoleh suplai dari aliran setelah turbin.

Namun, debit yang diterima belum maksimal sehingga tim teknis masih melakukan pelacakan terhadap jalur pipa, termasuk di kawasan hutan.

Perumda Air Minum Tirta Baribis memahami bahwa kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan pelanggan di wilayah Paguyangan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Baribis melalui Kepala Bagian Hubungan Layanan Pelanggan, Yudi Triono Raharjo, menyampaikan permohonan maaf atas kendala pelayanan yang terjadi dan berdampak pada distribusi air kepada pelanggan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat terganggunya suplai air di wilayah Paguyangan. Kami memahami kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dan karena itu kondisi ini menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Sebagai langkah penyelesaian, Perumda Air Minum Tirta Baribis telah melakukan pertemuan dan koordinasi dengan pihak terkait pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut membahas langkah percepatan untuk mengatasi kendala yang terjadi.

“Kami akan bergerak cepat melakukan penanganan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Penelusuran di lapangan juga terus dilakukan untuk memastikan titik kendala pada jalur suplai sehingga distribusi air dapat kembali optimal secara bertahap,” tegasnya.

Perumda Air Minum Tirta Baribis mengimbau pelanggan untuk memahami bahwa pemulihan suplai membutuhkan proses, terutama karena terdapat pekerjaan penanganan endapan dan pemeriksaan jaringan pada jalur sumber air baku.

Perkembangan kondisi suplai akan terus dipantau dan penanganan dilakukan secara bertahap hingga pelayanan kepada pelanggan Unit Paguyangan kembali optimal.

Penelusuran jalur pipa di kawasan hutan Kaligua juga menghadapi tantangan kondisi medan yang cukup ekstrem. Karena itu, proses pelacakan membutuhkan waktu dan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kondisi jaringan serta menemukan titik gangguan.

(Media Center Tirta Baribis)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *